KPU Kabupaten Nganjuk

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Maraton Untuk Demokrasi Bukan Sprint

Telah Dibaca : 98 kali

KPU Nganjuk- penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Serentak 2018, bukanlah hal yang baru bagi para penyelenggara. Pemilihan Serentak sudah 2 (dua) kali digelar, yaitu pada tahun 2015 dan tahun 2017. Namun demikian perlu adanya pemahaman yang sama terkait peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan. Demikian disampaikan Pramono Ubaid Tantowi, Komisioner KPU RI, pada pembukaan Bimbingan Teknis Terpadu (Rabu, 8/11) yang dilaksanakan di Semarang, 8 s/d 11 Nopember 2017.

Belajar dari pengalaman Pemilihan Serentak sebelumnya, Pramono mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa Pemilihan Serentak 2018 harus lebih baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, karena sebagaimana hadits Nabi, Pramono menyitir, "barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dia adalah orang yang beruntung, dan barang siapa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin, dia adalah orang yang merugi".

Tahapan Pemilihan Serentak 2018 kali ini perlu perhatian khusus karena pelaksanaannya bersamaan dengan tahapan Pemilu tentang Pendaftaran Partai Politik. "Kita harus tetap fokus meskipun pelaksanaan tahapan Pemilihan dan Pemilu yang beririsan", tegasnya.

Sudah menjadi komitmen KPU di mana harus menjadi solusi dan penyelesai masalah. Di samping itu, perlu ditanamkan dalam kesadaran penyelenggara Pemilu, bahwa bekerja untuk demokrasi butuh konsistensi, kerja keras dan nafas yang panjang seperti maraton, bukan sprint. Karena pihak-pihak pendukung oligarkhi dan kekuatan antidemokrasi lainnya juga sedang bergerak dengan modal yang besar", tandasnya. (artnoris)

Anda berada di : Maraton Untuk Demokrasi Bukan Sprint