KPU Kabupaten Nganjuk

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Situng Untuk Akurasi

KPU Nganjuk– Sebanyak empat puluh operator TIK (Teknologi Informatika dan Komputer) dari dua puluh PPK se-Kabupaten Nganjuk menjadi tumpuan bagi terjaminnya

akurasi pengisian formulir dan berita acara penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan rekapitulasi hasil pemungutan suara di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk tahun 2012.

 

Karena fungsi sistem penghitungan atau situng ini adalah sebagai sarana kontrol bagi akurasi pengisian lampiran berita acara, maka selain kesahihan rumus aplikasi, ketepatan operator dalam melakukan entri data dan menjalankan rumus menjadi sangat vital. Untuk itu mereka perlu mendapatkan pelatihan dan bimtek yang memadai agar tidak terjadi kesalahan dalam mengoperasikan sistem penghitungan berbasis IT yang berada di tingkat PPK tersebut.

Untuk diketahui, dalam Pemilukada tahun 2012 ini, KPU Kabupaten Nganjuk berinisiatif membuat aplikasi berbasis TIK yang diberi label “Accurate Real Count” (ARC). ARC ini dibuat dengan mereplikasi setiap form dalam berita acara ke dalam sistem TIK, kemudian dengan menggunakan rumus dan aplikasi tertentu yang telah ‘dikunci’, ia secara otomatis akan dapat mendeteksi jika terjadi kesalahan pengisian dalam setiap kolom yang ada dalam lampiran berita acara atau yang dikenal sebagai form C 1–KWK KPU dan lampiran C 1–KWK KPU, yang kemudian dipindah menuju form D 1–KWK KPU dan lampiran D 1–KWK KPU kemudian dipindah ke form DA 1–KWK KPU dan lampiran DA 1–KWK KPU.

Ketika memberikan materi, Operator TIK KPU Kabupaten Nganjuk, Dwi Riyanto Yuwono, menekankan beberapa poin penting dalam menjalankan aplikasi. “Yang sering terjadi, operator kurang waspada ketika melakukan pemindahan atau copy-paste data dari komputer yang satu ke komputer lainnya.” Padahal, tambahnya, apabila Operating System (OS) komputer asal aplikasi (yang dicopy) berbeda dengan komputer tujuan (yang di-paste), sangat mungkin diperlukan penyesuaian kembali pada beberapa value. Karena itu ia berharap agar komputer yang nantinya akan dipakai sebagai host aplikasi tidak berubah-ubah. Atau dengan kata lain, agar data atau aplikasi tersebut tidak berpindah dari satu komputer ke komputer lain. “Kecuali kalau data tersebut sudah jadi atau matang dan sudah dikunci, maka ia aman walaupun pindah-pindah komputer”, paparnya.

Dalam Bimtek yang dilaksanakan Kamis (6/12/2012) di aula KPU Kabupaten Nganjuk tersebut, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan yang sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk tahun 2012, Daim Ichsany, SH, menekankan kepada para operator PPK agar mereka secara sungguh-sungguh mengerti cara kerja situng dan benar-benar memahami arti penting aplikasi tersebut sebagai sarana penjaga suara rakyat yang telah diberikan dalam proses pemungutan suara di TPS. “Dengan aplikasi ini, sesaat setelah data yang bersumber dari formulir-formulir model C-1 beserta lampirannya (tingkat TPS, red), model D-1 beserta lampirannya (tingkat PPS, red), maupun model DA-1 beserta lampirannya (tingkat PPK, red), operator PPK segera dapat mengetahui, apakah cara pengisian yang dilakukan oleh KPPS, PPS dan PPK sudah benar ataukah belum,” jelasnya. Lebih jauh ia menambahkan bahwa jika terjadi kesalahan pengisian formulir, PPK dapat segera terjun ke KPPS atau PPS yang bersangkutan untuk memerintahkan koreksi atau perbaikan. “Tentu saja dengan mengundang saksi dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) setempat”, terang Komisioner KPU Kabupaten Nganjuk dua periode ini. (kim/krst)

 

Anda berada di : Situng Untuk Akurasi