KPU Kabupaten Nganjuk

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ketika "Anak-Anak" Belajar Demokrasi

Telah Dibaca : 127 kali

KPU Nganjuk- Hari ini tampak berbeda dari biasanya, kantor KPU kabupaten Nganjuk Senin pagi ini begitu riuh dan ramai. Tampak di halaman kantor 2 bus terparkir rapi setelah menurunkan penumpangnya memasuki kantor. Hari ini ada yang ingin belajar di KPU, tepatnya siswa-siswi kelas 5 SD 'Aisyiyah 1 Nganjuk ingin belajar bagaimana proses pemilu di Rumah Pintar Pemilu (RPP) "Kendhalisada" KPU Kabupaten Nganjuk.

Disampaikan oleh Reni Prastiwi, Guru kelas 5 sekaligus koordinator rombongan, kedatangan 105 siswa nya ke kantor KPU untuk memberikan pengalaman belajar langsung tentang kepemiluan. Disamping untuk pembelajaran demokrasi sejak dini juga karena Kamis mendatang sekolahnya ada mengadakan pemilihan Ketua Ikatan Pelajar SD 'Aisyiyah.

Kedatangan 105 siswa-siswi SD 'Aisyiyah disambut baik oleh Pujiono ketua KPU Kabupaten Nganjuk. Dalam sambutan selamat datangnya ketua KPU mengapresiasi kunjungan belajar ini. Anak-Anak perlu dikenalkan dengan demokrasi sejak dini sehingga menjadi pribadi yang lebih toleran. Disamping itu KPU sebagai lembaga negara terbuka untuk bekerjasama dengan sekolah terutama yang berkaitan dengan demokrasi dan kepemiluan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Masing-masing kelompok berkeliling dan belajar ditemani oleh guide dari KPU yang siap menjelaskan berbagai hal kepada anak-anak. Mulai dari ruang pamer, dimana anak-anak bisa belajar tentang sejarah pemilu dan hasil-hasil pemilu, ruang multimedia untuk menyaksikan film-film tentang demokrasi dan cara menggunakan hak suaranya, ruang simulasi yang memberikan pengalaman langsung menjadi petugas pemungutan suara sekaligus praktek mencoblos menyalurkan hak pilihnya, bermain ular tangga tentang kepemiluan dan terakhir ditutup dengan diskusi dan refleksi tentang apa yang sudah mereka pelajari. Di luar dugaan anak-anak sagat antusias bahkan berebut untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Semua yang hadir merasa perlu paham apa itu pemilu dan pentingnya berdemokrasi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namanya juga anak, selaku ada keseruan dan pertanyaan yang tak terduga. Tetapi yang luar biasa semua peserta kunjungan belajar punya tekad belajar yang tinggi. Semua yang datang bertekad menyukseskan pemilu minimal pemilihan di sekolahnya, dan semua yang hadir menyadari bahwa pemimpin yang baik akan terlahir dari proses dan cara yang baik.

Antusiasme anak-anak dalam belajar pemilu dan demokrasi dengan tujuan sederhana agar pemilihan di sekolahnya berjalan lancar dan menghasilkan ketua yang baik memberikan pembelajaran kepada kita yang dewasa untuk terus membuka diri, belajar dalam setiap perubahan dan terpanggil dalam berbenah untuk lingsungan khususnya yang menyangkut demokrasi dan kepemiluan.

Disamping itu antusisme anak-anak setidaknya memberikan spirit tersendiri kepada KPU khususnya Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM untuk terus memberikan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya pemilu dan demokrasi. Disadari atau tidak pemilu memberikan efek langsung bagi kita semua, maka adalah keniscayaan kita bersama-sama bergandengan tangan dengan seluruh lapisan masyarakat agar demokrasi di negara ini lebih mapan, maka rakyat harus berdaulat dan pemilu harus sukses dan berkualitas. (a’yun)


Anda berada di : Ketika "Anak-Anak" Belajar Demokrasi