KPU Kabupaten Nganjuk

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan di Halaman KPU Nganjuk

Telah Dibaca : 57 kali

KPU Nganjuk- Hari sabtu (10/11) menjadi momentum bersejarah, karena tanggal 10 November adalah hari pahlawan. Hari yang setiap tahunnya dilakukan peringatan secara serentak oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Di KPU Kabupaten Nganjuk, momentum tersebut diperingati dengan  melakukan Upacara Bendera, sebagai tanda untuk mengenang seluruh jasa pahlawan yang telah gugur mendahului kita pada saat peristiwa 10 Nopember silam. Upacara Bendera tersebut dilaksanakan pada pukul 08.00 s/d 09.00 WIB yang mengambil tempat di halaman kantor.

 

Upacara diikuti oleh seluruh staf baik yang menjadi petugas maupun yang menjadi peserta upacara. Mereka terlihat begitu antusias saat melaksanakan kegiatan tersebut. Pengibaran Bendera dilakukan oleh Lilik Chotimatus sa'adah, Sean Fitria Rahmawati dan Ivatul Azizah (Petugas Pengibar Bendera). Kemudian seluruh peserta memberikan hormat kepada bendera sang Merah Putih. Setelah pengibaran bendera selesai dilaksanakan, pembacaan UUD 1945 dan Pesan-pesan dari Pahlawan juga dibacakan oleh Arif Hariadi dan Septiyan Wahyu Nugroho (Petugas Upacara). Dalam pesan-pesan Pahlawan tersebut terdapat 10 pahlawan yang menyampaikan pesan-pesan penting dan kata-kata mutiara untuk kemajuan bangsa. Pahlawan-pahlawan tersebut meliputi: Nyi Ageng Serang, Jendral Sudirman, Pahlawan Nasional Prof. Dr. R Soeharso, Prof. Moh. Yamin, Supriyadi, Abdul Mu'is, Pattimura, Bung Tomo, soekarno dan Moh. Hatta.

Sementara itu, Inspektur upacara peringatan hari pahlawan ini adalah ketua KPU Nganjuk, yakni M. Agus Rahman Hakim yang memberikan amanat terkait semangat para pahlawan yang begitu membara. "Sudah seharusnya kita mengenang jasa para pahlawan bangsa, karena tanpa mereka kita tak mungkin bisa berdiri disini. Dengan semangat yang berkorbar dan pantang menyerah, para pahlawan bangsa terus berjuang dengan bambu runcing sebagai alat sederhana yang mampu menaklukkan para penjajah. Untuk itu, momen ini merupakan salah satu momen bersejarah didalam sejarah Indonesia. Sehingga, dengan ini kita mampu menghormati jasa-jasa para Pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Tidak hanya itu, bahkan para ulama' pada masa itu juga turut menjadi pejuang yang sangat dihormati. Sebut saja KH. Hasyim Asy'ari yang menjadi salah satu tokoh Agama. Beliau dianggap sebagai musuh yang paling berbahaya oleh para penjajah. Untuk itu, beliau sempat ditahan. Kemudian ratusan bahkan ribuan santrinya berusaha untuk melepaskan beliau dari tahanan penjajah tersebut. Selain itu, bahkan dalam peristiwa 10 Nopember silam. Terdapat data statistik yang menyatakan bahwa jumlah pejuang yang bertaruh nyawa itu melebihi jumlah penduduk di wilayah Surabaya. Itu artinya, pada masa tersebut seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur bersatu dan membangun semangat juang untuk membela tanah air Indonesia. Maka dari itu, mari sama-sama kita hargai jerih payah dan jasa para pahlawan dengan cara bersikap amanah, jujur dan adil dalam membangun bangsa," ucap Agus mengakhiri sambutannya. (iv_zy)

Anda berada di : Pelaksanakan Upacara Hari Pahlawan