KPU Kabupaten Nganjuk

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pleno di Meja Pingpong

Telah Dibaca : 466 kali

KPU Nganjuk- Pelaksanaan Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk, Senin (22/08/2016), kali ini berbeda dengan biasanya. Pelaksanaan Pleno biasanya dilaksanakan di kantor Jl. Kartini No. 02, kali ini dilaksanakan di kantor Begadung Jl. Widas No. 01. Masalahnya kantor yang berada di Jl. Kartini No.02 masih proses renovasi. Karena kondisi darurat maka rapat Pleno saat ini dilaksanakan di meja Pingpong (tenis meja).

Pleno membahas deskripsi divisi teknis dipimpin oleh Pujiono, S. TP, Komisioner KPU Kabupaten Nganjuk Divisi Teknis. Dihadiri semua Komisioner, Sekretaris dan keempat Kasubag, masing-masing Kasubag Keuangan, Umum dan Logistik Bekti Rochani, Kasubag Program dan Data Soebijono Agoes P, Kasubag Hukum Adi dan Kasubag Teknis Pemilu dan Hupmas Kristanto.

Pujiono mengusulkan rencananya, proses verifikasi dukungan bakal calon perseorangan di tingkat kabupaten akan membuat beberapa tim kerja, masing-masing tim mengurusi beberapa kecamatan. Rencana tersebut dilontarkan untuk mendapatkan masukan atau tanggapan dari peserta pleno. “Pembagian kelompok per kecamatan atau beberapa kecamatan per tim itu sangat bagus dan efektif kalau bakal calon perseorangannya hanya satu pasang, namun akan mengalami kesulitan kalau bakal calon perseorangannya dua pasang atau lebih”, saran Agus Rahman Hakim, Ketua KPU Kabupaten Nganjuk yang sekarang memegang Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat. “Lebih baik tiap-tiap tim tersebut menangani satu pasangan bakal calon perseorangan sampai tuntas, hal ini untuk menghidari hilang (ketlesut) data. Jangan sampai muncul gugatan gara-gara data hilang”, sambung Agus.

Sementara Yudha Harnanto, komisioner yang menangani Divisi Hukum mengingatkan tentang data dukungan yang harus tercantum dalam DPT. “Bagi pemilih pemula itu otomatis belum tercantum dalam DPT Pilpres tahun 2014, tapi sudah punya hak pilih saat Pilkada nanti. Bagaimana nanti penanganannya pemilih pemula yang masuk di data pendukung bakal calon perseorangan, sementara DPT Pilkada belum ada (belum saatnya dalam tahapan Pilkada, red). Apakah ini masuk Tidak Memenuhi Syarat (TMS), atau bagaimana”? tanya Yudha yang memang memerlukan petunjuk teknis lebih lanjut dari KPU RI.

Muchiyin, komisioner Divisi Perencanaan dan Data menyetujui apa yang disarankan ketua bahwa untuk tingkat kabupaten memang sebaiknya perpasangan bakal calon perseorangan ditangani satu tim, tetapi untuk tingkat kecamatan bisa digabung, mengingat dukungan per kecamatan tidak terlalu banyak. Namun harus tetap      hati-hati jangan sampai ada data yang hilang. “Seperti pengalaman dulu waktu jadi PPK, di tingkat kecamatan verifikasi dilaksanakan bersama-sama”, lanjut Muchiyin, memberi contoh pengalamannya.

Meskipun Pleno dilaksanakan di meja pingpong, acara berjalan dengan lancar dan menghasilkan jalan keluar. (kus)

Anda berada di : Pleno di Meja Pingpong