KPU Kabupaten Nganjuk

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Talk Show Sosdiklih : Dampak Sistem Pemilu Pada Masyarakat

Telah Dibaca : 25 kali

KPU Nganjuk- KPU Kabupaten Nganjuk melaksanakan Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih yang bekerjasama dengan RSAL (Radio Suara Anjuk Ladang). Tema Talk Show pada hari ini, Rabu (23/11/2021) adalah "Dampak Penerapan Sistem Pemilu Pada Masyarakat". Hadir sebagai Narasumber pada acara tersebut Kurrotul A'yuni, M.Pd anggota KPU Kabupaten Nganjuk divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM dan Wiji Rahayu, AMd Plt. Subkoordinator Tekmas, ditemani Host Asti Hanifa. Acara diawali pemaparan Kurrotul A'yuni tentang sistem pemilu yang dipakai di Indonesia baik untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR dan DPRD, DPD, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati maupun Walikota dan Wakil Walikota berikut dampaknya pada masyarakat. "Ada 3 (tiga) sistem yang dipakai mayoritarian, proporsional terbuka dan distrik berwakil banyak," tutur A'yun dalam penjelasannya.

TalkShow di RSAL memang interaktif sehingga paparan dari narasumber langsung direspon oleh pendengar. Salah satunya dari  Krisna yang mengemukakan tentang rasa trauma dan kecewanya saat memilih calon kepala daerah yang tidak sesuai dengan kenyataanya,  ada juga pendengar yang meminta kepada KPU untuk memberikan sosialisasi kepada pemilih yang sudah lansia sehingga tidak bingung dalam melakukan pencoblosan nanti. "Proses 5 tahun harus menjadi momentum kedaulatan rakyat, saatnya rakyat memberikan reward dan punisment bagi calon yang ada, " tutur A'yun merespon tanggapan pendengar. Tentunya masyarakat dapat memberikan reward dan punisment dengan tetap jika kritis atau minimal mau mengenal calonnya. Disamping itu penting juga memahami bagaimana cara memberikan suara di TPS agar sah dan sia-sia.

Kegiatan talk show di RSAL merupakan salah satu upaya dari KPU Kabupaten Nganjuk untuk senantiasa memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masayakat. Disamping nanti ketika tahapan pasti bentuk kegiatan Pendidikan Pemilih akan lebih beragam dengan sasaran yang lebih luas. Apalagi saat ini sudah dimulai pilot projek program DP3 (Desa Peduli Pemilu) dimana di dalamnya akan ada di masing-masing desa agen-agen perubahan yang akan memberikan edukasi dan pencerahan sampai kepada masyarakat. Harapannya masyarakat menjadi bijak dalam menggunakan hak pilihnya. Tidak ada yang bingung lagi cara menggunakan hak pilihnya termasuk para lansia. (wiwit)

Anda berada di : Talk Show Sosdiklih Dampak Sistem Pemilu Pada Masyarakat